Training of Trainer untuk kawasan padat pendud di Jakarta Selatan

Dalam Rangka menyambut Hari Kartini 21 April 2018, OASE KK bidang Pendidikan berkerja sama dengan IIP BUMN  dan Tim penggerak PKK DKI Jakarta serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  menggelar Training of Trainer ( TOT) "Duta Cinta Keluarga " kepada para kader di wilayah padat penduduk DKI Jakarta, yang dalam pelaksanaannya dibagi menjadi 5 wilayah. Pada hari ini tahap pertama TOT dilaksanakan serentak di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat selama dua hari berturut turut  tgl 2 dan 3 April 2018 dengan mengambil tema " POLA ASUH BERBASIS KARAKTER".
Sedangkan pelaksanan tahap ke dua tanggal 9 dan 10 April .

Pelaksanaan training di wilayah Jakarta Selatan selain diikuti oleh kader kader dari Jakarta Selatan  juga diikuti oleh peserta dari kader kader yang berasal dari Kepulauan Seribu, dengan total peserta 201 orang bertempat di Kantor Walikota Jakarta Selatan, jl. Prapanca Raya no. 9 ,  Ruang Pola , lantai 3, telah di buka secara resmi oleh Anggota OASE KK bidang Pendidikan, ibu Trisna Willy Lukman Hakim

Materi yang disampaikan selama 2 hari adalah sebagai berikut :

MATERI hari ke 1

1. Mencetak Generasi Abad ke 21 dan Pengasuhan Ramah Otak ( Brain Based Parenting)  oleh Ratna Megawangi, PhD

2. Komunikasi Positif Untuk Membentuk Karakter Anak oleh Hanik Rustiningsih,ST.MM

3. Bahaya Video Game Kekerasan dan Melindungi Anak dari Bahaya Pornografi oleh Hanik Rustiningsih, ST.MM

4. Membentuk Kelakatan Ibu Anak : Kunci Jiwa Sehat, Cerdas dan Kreatif oleh Florence Jusung , M.Sc

5. Training Motivasi oleh M. Halim, S.Pd

MATERI hari ke 2

1. Pengenalan Laman /Website:  Sahabatkeluarga.kemendikbud.go.id oleh Tim Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga

2.Seribu Hari Pertama Kehidupan Anak oleh Sukiman

3.Mendidik Anak di Era Digital oleh Sukiman

4. Tehnik Pengaliran Pilar Karakter oleh TIM IHF

5.Praktik Penggunaan Flipchart parenting dan poster parenting oleh TIM IHF

Dengan Pekaksanaan TOT kepada para kader ini diharapkan para Duta Cinta Keluarga nantinya dapat meneruskan/ melanjutkan menyampaikan  kepada para orang tua dan para pengasuh pengasuh dilingkungan masing masing,sehingga pola pengasuhan yang benar yaitu pola pengasuhan penuh cinta dapat diterapkan  dilingkungan masing masing agar terbentuk karakter bangsa yang unggul.

Bagikan