Pengajian Bulanan DWP KBUMN - IIP BUMN, Bulan September 2025
Alhamdulillah, hari Selasa tanggal 2 September 2025 telah dilaksanakan ‘Pengajian Bulanan DWP Kementerian BUMN – IIP BUMN’ dengan narasumber Ustadz Ahmad Ridwan, LC., dengan tema yang disampaikan Tuntunan Merasakan Nikmatnya Hidup Tulus.
Pengajian dimulai pukul 09.50 sampai dengan 11.30, diikuti kurang lebih 400 orang, dengan MC Ibu Tata Rudi Rusli, qoriah Ibu Adelina dan saritilawah Ibu Khartika Amrizal, keduanya dari PTPN PalmCo.
Ayat-ayat Al Qur’an yang dibacakan adalah 1. Al Baqarah (2) : 152, “Maka ingatlah kepada-Ku, Akupun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku”; 2. Ar-Ra’d (13): 28, “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram”; 3. Al-Ankabut (29): 64
“Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. Sesungguhnya kehidupan yang sebenarnya adalah di akhirat’.
Berikut untuk ringkasan tausiah :
1. Nikmat adalah sesuatu anugerah
2. Nikmat terbesar Adalah nikmatul nikmah
3. Iman adalah basis yang paling mendasar, sehingga dapat dirumuskan sbb:
a. Iman
b. Imunitas
c. Aman
d. Iman melahirkan imunitas, dapat dikorelasikan sebagai Imunitas yang nanti akan menjadi penjaga /pelindung penolong kita sehingga kita tahu tidak ada yang lebih besar yang harus kita muliakan/prioritaskan kecuali Pemberi Iman karena Allah pemberi nikmat yang paling besar
5. Surat Ali Imran (3) : 91, “Emas sepenuh bumi tidak akan diterima sebagai penebusan dari siksa Allah bagi orang yang kafir”.
6. Surat Almaidah (5) : 36, “Sesungguhnya orang-orang yang kafir, seandainya mereka memiliki segala apa yang ada di bumi dan ditambah dengan sebanyak itu (lagi) untuk menebus diri mereka dari azab pada hari Kiamat, niscaya semua (tebusan) itu tidak akan diterima dari mereka. Mereka (tetap) mendapat azab yang pedih”.
7. Surat Ar-Ra'd (13) : 28, “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah”.
8. Orang yang beriman, maka dia akan merasakan dengan imannya kalau dia benar menjalankan keimanannya maka akan diproduksi secara terus menerus oleh tubuhnya sehingga imunitasnya semakin tinggi.
9. Iman membentuk pribadi yang sangat kuat sehingga tidak terbang dengan pujian, tidak tumbang dengan cacian, sehingga menumbuhkan strong karakter.
10. Iman yang melahirkan sebuah kekuatan jiwa sehingga tidak mudah kecewa.
11. Hadis Rasul, 1 dari 7 orang yang akan mendapatkan naungan disaat orang yang lain tidak mendapatkan naungan dari Allah adalah orang yang melakukan kebaikannya sehingga tangan kirinya tidak mengetauhi apa yang dikerjakan oleh tangan kanannya. Penilaian melakukan kebaikan diberikan bukan berdasarkan kepada sesuatu yang terlihat saja.
12. Sebaik – baiknya menyimpan kebaikan akan tercium juga, kalau tidak didunia ini nanti di akhirat akan terungkap. Karena amalan sekecil apapun Allah tidak akan sia-sia, karena sifat Allah Al Fadlu, penilaiannya obyektif.
13. Orang yang tulus di dasari iman imunitasnya akan jalan terus sesuai doa yang diterapkan saat melakukan sholat, dengan doa sbb:
Inni wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifan musli-man wamaa ana minal musyrikiin. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil 'aalamiin. Laa sya-riika lahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin. Artinya "Sungguh aku hadapkan wajahku dengan penuh ketundukan kepada Dzat yang telah menciptakan langit dan bumi, dan aku bukanlah termasuk orang-orang menyekutukan (Allah), sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, matiku, hanya milik Allah Rabb semesta alam, tidak ada sekutu baginya. Dan karena itulah aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri".
14. Imam Syafei mengatakan Mencari keridhoan manusia adalah tujuan tanpa akhir, namun mencari keridhoan Allah adalah sesuatu yang tidak pantas ditinggalkan, maka tinggalkan sesuatu yang tidak kamu temukan maka kejarlah sesuatu yang tidak pantas kamu tinggalkan bukan itu yang menjadi curahan ilmumu , bukan itu yang menjadi tujuan utamamu, bukan itu menjadi landasan niatmu
15. Tulus adalah Ikhlas yang maknanya adalah satu sifat yang mana tidak ada embel2 kecuali kerelaan /keridhoan.