Pengajian Rutin Bulanan

Dwp kementrian BUMN dan IIP BUMN kembali bekerjasama untuk mengadakan pengajian rutin bulanan. Pengajian kali ini dilaksanakan hari Selasa, tgl 2 Oktober 2018 dan dihadiri oleh kurang lebih 30 orang peserta anggota dan pengurus DWP Kementrian BUMN,  IIP BUMN, IIP BUMN wilayah jabodetabek. Tema pengajian kali ini adalah "Kemusyrikan Kontemporer". Nara sumber kita adalah ustadzah Sinta Shanty. 

Kita dilarang syirik, yaitu dilarang menyekutukan Allah. Amal kita akan hilang jika kita melakukan syirik. Telah banyak dibahas adalah syirik besar, namun tak banyak dibahas syirik kecil yg hanya kita dan Allah yang tahu. Perbanyak istighfar karena banyak kita lakukan baik disadari atau tanpa kita sadari.

Ada beberapa perbuatan syirik yang perlu kita cermati. Syirik dapat terjadi karena lemahnya iman dan kurangnya ilmu. 

Perbuatan syirik kecil dalam ibadah hati, diantaranya : 

1. Riya : melakukan perbuatan baik dengan harapan dilihat oleh orang lain

2. Sum'ah : melakukan perbuatan dengan harapan disebutkan orang lain kebaikannya tsb

3. Menyandarkan diri pada sebab, bukan kepada Allah yang menciptakan sebab. Contoh, saat sakit kita menyandarkan pd dokter tertentu saat sakit yang diyakini dapat menyembuhkan, padahal penyembuhnya adalah Allah SWT, walaupun sarananya bisa jadi melalui dokter tersebut. Hal ini juga merupakan syirik karena keyakinan bukan pada Allah semata. 

4. Niat seseorang untuk semata mata hanya mencari urusan dunia. Jika ia tidak menyandingkannya dengan ibadah kepada Allah, ia menjadi perbuatan syirik. 

5. Menghadirkan sikap tathoyyur : merasa sial terhadap apa yang dilihat dan dirasakan. Khawatir terkena bala atas tanda tanda atau perbuatan tertentu. 

Syirik yg lain adalah syirik dalam perbuatan, hal ini dapat terlihat perbuatannya.

1. Merukyah yg tdk sesuai dengan syariat Islam. Banyak yang terkecoh dengan melakukan rukyah padahal yang terjadi adalah membaca mantra mantra. Rukyahlah diri sendiri jika dirasakan perlu. Yang sepatutnya dibaca dalam rukyah adalah membaca surat Al Fatihah, lima ayat pertama surat Al Baqarah, membaca ayat kursi 2 kali, tiga ayat terakhir surat Al Baqarah, surat Al Ikhlas, Al Falaaq dan An Naas.

2. Jimat

Syirik kecil dlm perkataan pun merupakan syirik yang perlu kita perhatikan. Contohnya, mengucap sumpah dengan kalimat "Demi Allah". Kadang kalimat ini diucapkan dalam  bercanda, padahal bersumpah itu sungguh bermakna. 

Karenanya kita harus terus memperbaharui niat kita dalam melakukan segala perbuatan. Niat kita selalunya semata mata hanya untuk ibadah kepada Allah SWT. Perlu diingat bahwa jika syirik syirik kecil ini terus dilakukan maka ia akan menjadi dosa besar dan membuat pikiran-pikiran yang menyimpang serta membuat seseorang menjadi penuh ketakutan karena jauh dari Allah.

Bagikan