Pengajian Bulanan DWP KBUMN - IIP BUMN, Bulan Oktober 2025
Alhamdulillah, hari Selasa tanggal 7 Oktober 2025 telah dilaksanakan ‘Pengajian Bulanan DWP Kementerian BUMN – IIP BUMN’ dengan narasumber Ustadzah Rini Yuliani Hidayat, dengan tema yang disampaikan Bersahabat dengan Ujian.
Pengajian dimulai pukul 09.50 sampai dengan 11.30, diikuti kurang lebih 350 orang, dengan MC Ibu Tata Rudi Rusli, qoriah Ibu Diana Heru dan saritilawah Ibu Cita Permasistha keduanya dari Angkasa Pura.
Ayat-ayat Al Qur’an yang dibacakan adalah 1. Al Hadid (57) : 22, Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. 2. Surat Al-Hadid (57) : 23, Kami jelaskan yang demikian itu supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri. 3. Surat Al-Ankabut (69) : 2, Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? 4. Surat Al-Ankabut (69) : 3, Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.
Berikut ringkasan tausiah :
1. Ujian adalah Tanda Cinta Allah.
2. Nikmat Islam semata-mata karena Allah adalah kebenaran mendasar dalam akidah Islam. Nikmat ini tidak didapat karena usaha semata, tapi karena hidayah (petunjuk) yang diberikan Allah dengan rahmat dan kasih sayang-Nya.
3. Surat Al-Anbiya : 35 - Setiap yang bernyawa akan merasakan mati, kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (fitnah) dan hanya kepada Kami kamu dikembalikan.
4. Surah Al-Baqarah : 155 - Dan sungguh, Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.
5. Ujian diberikan agar manusia mau berpikir, merenung dan kembali kepadaNya.
6. Kesalahpahaman dalam hal Ikhtiar : Lebih dari Sekadar Teori, Butuh Mindset dan Praktik.
a) Iktiar Bukan Hanya Usaha Fisik, Tapi Juga Mental dan Spiritual
b) Hidup Itu Bukan Sekadar Aplikasi Teori, Tapi Implementasi Nyata
c) Iktiar Itu Seperti Mainset dalam Aplikasi Kehidupan
7. Dzikir utama itu muhasabah (introspeksi/muhasabah diri).
8. Kesolihan itu berada di dalam bawah sadar karena kesolihan bukan hanya perilaku yang tampak di luar, tapi juga tertanam dalam hati dan pikiran bawah sadar seseorang.
9. Analogi mutiara: menjadi bentuk yang indah melalui proses tempaan, begitu juga halnya dengan proses tempaan dalam kehidupan proses kesabaran, ketekunan, dan muhasabah adalah lapisan-lapisan yang membentuk keindahan jiwa dan karakter.
10. Ujian itu adalah goncangan jiwa, ujian bukan hanya masalah fisik atau materi, tapi goncangan yang terjadi di dalam hati dan jiwa kita, goncangan ini bisa berupa kesedihan, kebingungan, kegelisahan atau rasa takut sehingga melalui goncangan inilah hati diuji keimanan, kesabaran dan keteguhannya.
11. Stres adalah alarm/ teguran halus dari Allah. Saat stres bisa menjadi cara Allah menyadarkan kita bahwa kita terlalu fokus pada dunia, terlalu banyak berharap pada makhluk atau melupakan ketenangan hati lewat dzikir.
12. Allah sudah menjamin rezeki manusia, tugas kita adalah berikhtiar dengan cara yang halal, bersyukur ketika mendapatkannya dan bersabar ketika terasa sempit.
13. Mengapa ujian Itu membuat manusia terkadang tidak lulus ? persoalan hidup harus dihadapi dengan iman, karena tidak semua manusia siap menghadapi ujian, ujian bukan sekedar masalah, tapi alat ukur keimanan dan iman adalah kunci untuk bertahan dalam ujian.
14. Setiap kesulitan pasti sudah diukur oleh Allah karena Allah tidak pernah memberikan kesulitan yang melebihi kemampuan hambaNya.
15. Ayat Al-Baqarah 285–286, dua ayat penutup dari surat Al-Baqarah
a. Surat Al-Baqarah Ayat 285 yang artinya Rasul telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, dan Rasul-rasulNya. Mereka berkata, 'Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari Rasul-rasulNya. Dan mereka berkata, 'Kami dengar dan kami taat.' Mereka berdoa, 'Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan kepadaMu tempat Kembali.
b. Surat Al-Baqarah Ayat 286 yang artinya Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebaikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa), 'Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.
16. Musibah Adalah hikmah, Allah Menunggu Pengaduan Kita karena Musibah Bukan Hukuman, Tapi Panggilan agar kita Kembali kepadaNya.
17. Hiduplah sesukamu, sesungguhnya engkau akan mati.Cintailah siapa pun yang engkau kehendaki, sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya.Berbuatlah sesukamu, sesungguhnya engkau akan diberi balasan atas perbuatanmu.”(HR. Al-Baihaqi).
18. Janganlah kita berputus asa, karena setiap penghujung malam pasti ada fajar yang menerangi maknanya meski ujian dan kesulitan terasa berat seperti malam yang gelap dan panjang, selalu ada harapan dan kemudahan yang menanti di akhir perjalanan. Allah menjanjikan bahwa kesulitan tidak akan berlangsung selamanya, dan pertolonganNya pasti datang tepat waktu.
19. Mensikapi ujian dengan sabar, ikhlas, doa, evaluasi diri, keyakinan pada Allah, dan ikhtiar adalah kunci agar ujian menjadi jalan naiknya derajat kita di sisi-Nya.