IiP BUMN Wilayah Sumsel Mengedukasi Siswa SMA N 16 Palembang Tentang Bahaya Sampah Plastik
Bentuk dukungan dan kepedulian IIP BUMN Wilayah Sumsel terhadap Gerakan Indonesia Bersih diwujudkan melalui kegiatan mengedukasi siswa SMA N 16 Palembang kelas 10 dan klas 11. Acara ini dihadiri oleh ketua IIP BUMN Pusat, Ibu Eri Imam Aprianto beserta Ibu Lina Djatmiko. Narasumber pada acara ini adalah Ibu Sinta Pahala dari Tim Indonesia Bersih IIP BUMN Pusat dan Ibu Heni Kurniawati, ST.MT dari Dinas K3LH Kotamadya Palembang.
Pada sambutannya Ibu Ratna Mulyono selaku ketua IIP BUMN Sumsel menyatakan bahwa IIP BUMN Sumsel sangat konsern dalam melaksanakan program kerja termasuk program kerja yang diarahkan oleh IIP BUMN Pusat, seperti Gerakan Indonesia bersih. Mengingat pentingnya program ini maka dirasakan perlu memberikan edukasi sejak dini ke masyarakat salah satunya kepada siswa SMA sebagai bentuk kepedulian akan pentingnya mengetahui bahaya sampah plastik bagi mahkluk hidup dan pencemaran lingkungan.
Ibu Eri Imam Aprianto menyampaikan bahwa sampah plastik membutuhkan waktu yang lama untuk terurai yaitu memerlukan waktu hingga ratusan tahun dan dalam 1 hari di Indonesia dihasil 93 juta sedotan plastik. Berdasarkan fakta tersebut, ibu Ketua IIP BUMN Pusat mengajak siswa SMA N 16 Palembang mulai mengurangi penggunaan plastik untuk kemasan dan tidak membeli air minum dalam kemasan serta tidak menggunakan sedotan plastik. Ditambahkan juga bahwa, sedotan plastik dan sampah plastik dapat dimakan oleh hewan laut dan menyebabkan kematian ikan Paus dan Penyu, setelah perut ikan paus yang mati di Wakatobi dibuka teryata didalamnya mengandung 3 ton sampah plastik.
Narasumber dari tim Indonesia bersih IIP BUMN Pusat,Ibu Sinta Pahala menyampaikan kepada siswa SMA N 16 Palembang bahwa kita harus mulai Diet sampah plastik, maksudnya kita mulai mengurangi penggunaan plastik untuk kemasan. Hal ini dimulai dari diri kita, di mulai dari hal yang kecil dan mulai dengan konsisten untuk tidak minum dari air kemasan, memilah sampah dan sehingga kita dapat mendaur ulang sampah (Recycling) menggunakan kembali sampah plastik terutama (Reused), dan mengurangi penggunaan kemasan plastik (Reduced), slogan ini dikenal dengan 3R.
Ibu Heni Kurniawati narasumber dari K3LH kota Palembang,mengajak siswa mendirikan bank sampah, karena sebagai sekolah penerima penghargaan Adiwiata tingkat Provinsi, maka untuk ikut perlombaan ke tingkat nasional, maka sekolah wajib mempunyai Bank Sampah sebagai salah satu kriteria penilaian. Melalui bank sampah, siswa tidak perlu keahlian dan peralatan khusus, siswa cukup memilah sampat membersihkannya dan menjualnya ke bank sampah. Dengan tabungan bank sampah siswa bisa membayar keperluan sekolah.
Pada acara ini juga IIP PT Semen Baturaja (SMBR) dan atau IKKS PT SMBR memberikan bantuan 6 buah kotak sampah dari bahan koran bekas kepada sekolah yang diterima oleh Kepala Sekolah SMA N 16Palembang. PT Pegadaian Kanwil Sumsel bekerjasama dengan IIP Pegadaian memberikan bantuan100 buah tumbler dan kantong belanja kepada siswa peserta edukasi dan 60 buah tas belanja kepada 60 orang guru dan pegawai SMA N 16 Palembang.